Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Rabu, 19 Januari 2011

asal kota pati

ASAL MULA TERJADINYA KABUPATEN PATI (BABAD PATI): YUYU RUMPUNG KRODHA
oleh : Sutamto Totok
Pada suatu wilayah terdapatlah Kadipaten Paranggaruda punya hajat mengawinkan putera satu-satunya yang bernama R. Jaseri atau lebih terkenal dengan sebutan Menak Jasari dengan putri Adipati Carangsoko bernama Dewi Ruyung Wulan. Menak Jasari adalah pemuda yang fisiknya cacat, dan berwajah jelek. Hingga membuat Dewi Ruyung Wulan menolak untuk didekatinya. Namun karena paksaan orang tua maka mau tidak mau Dewi Ruyung Wulan harus menerima R. Jaseri sebagai suaminya.
Pesta perkawinan telah berlangsung, Dewi Ruyung Wulan yang sedang bersedih, ia meminta pestanya harus diadakan pagelaran wayang yang dimeriahkan wayang purwo (wayang kulit) dengan dalang Ki Soponyono yang sangat terkenal sebagai dalang yang mampu membawakan beberapa karakter tokoh yang ada dalam cerita Mahabarata dan Ramayana sehingga banyak penonton yang terbius seolah cerita itu hidup.
Dalang Sapanyono kebingungan atas permintaan yang diajukan oleh Dewi Ruyung Wulan, namun Hal ini hanyalah merupakan taktik dari Dewi untuk mengulur-ulur pernikahan. Dan agar pernikahan ini dapat diggagalkan sebab sebetulnya ia tidak mencintai R. Jasari calon suaminnya. Pernikhan yang tidak dilandasi cinta akan menyakitkan dan dapat melemahkan semangat untuk hidup berumah tangga.
Ia berpesan kepada Dalang Saponyono untuk mencari cerita pewayangan yang mirip dengan cerita kisah sedihnya. Biar semua orang tahu rintihan hati Dewi Ruyung Wulan.
Dalang Saponyono menjalankan tugas sebisanya. Karena merasa tertantang untuk membawakan cerita wayang yang tidak sewajarnya, sebab lakon wayang yang biasa dibawakan dalam acara pernikahan adalah wayang yang alur ceritanya berakhir dengan kebahagiaan, namun kali ini dalang Sapanyono harus membawakan wayang dengan cerita yang berakhir sedih. Hal ini pasti mendapat protes sama penonton. Namun Bagaimanapun juga Dalang Soponyono harus memantaskan sebab Dewi Ruyung Wulan tidak mau duduk di singgasana pengantin kalau permintaannya tidak dituruti. Akhirnya dalang Soponyono menuruti permintaan Dewi Ruyung Wulan, Ia ditemani oleh dua orang adiknya yang cantik-cantik bernama Ambarsari dan Ambarwati yang bertindak sebagai waranggano Swarawati
R. Jaseri hatinya berbunga-bunga dapat bersanding dengan Dewi Ruyung Wulan di pelaminan. Air liur R. Jaseri selalu menentes bila melihat kecantikannya. Tangannya mulai nakal mencolak-colek pipi Dewi Ruyung Wulan. Sehingga membuatnya tidak nyaman. Tengah asyik-asyiknya pagelaran berlangsung, terjadilah keributan yang ditimbulkan Dewi Rayung Wulan. Ia lari dari pelaminan dan menjatuhkan diri di atas pangkauan Dalang Saponyono, Dewi Ruyung Wulan telah hanyut dalam cerita Pewayangan, ia terpesonan dan jatuh cinta kepada dalang Soponyono yang wajahnya lebih tampan dan pandai memainkan cerita wayang daripada Raden Jaseri yang selalu mengumbar nafsu birahinya.
“bawa aku lari kakang Soponyono, kalau tidak lebih baik aku mati saja!”
Hal ini tentu saja mengejutkan semua tamu yang hadir terutama orang tua kedua mempelai. Ki Dalang sendiri juga terkejut dan takut, maka Ki Dalang mengeluarkan kesaktiannya, untuk memadamkan semua lampu yang berada di Kadipaten Carangsoko.
Keadaan yang gelap gulita itu, membuat panik yang hadir dalam perjamuan tersebut, kesempatan ini dimanfaatkan Ki Saponyono melarikan diri diikuti oleh kedua adiknya dan Dewi Ruyung Wulan.
Sang Adipati Carangsoko Puspo Handung Joyo sangat marah sekali. Ia memanggil Patihnya Singopadu untuk segera mengatasi keadaan ini.
“Cepat perintahkan prajurit untuk menyalakan lampunya” para prajurit bergegas menyalakan lampunya.
Setelah lampu menyala, Raden Jaseri bergulung-gulung dilantai karena calon istrinya raib bersama Dalang Soponyono.
Adipati Paranggarudo memerintahkan patihnya Singopadu untuk segera mepersiapkan prajurit, mengejar Dalang Soponyono dan Dewi Ruyung Wulan.
Prajurit menyebar ke seluruh desa, memasuki rumah-rumah dengan tidak sopan santun dan kasar, Rakyat Carangsoko menjadi ketakutan, mereka berlari berhamburan menyelamatkan diri. Prajurit menggeledah semua rumah penduduk barangkali mereka bersembunyi di dalam rumah penduduk dan barang siapa berani melindungnya akan dihukum. Hal ini membuat Adipati Puspo Handung Joyo kurang senang, yang dicari burunan Dalang Soponyono bukan rumah rakyat yang dirusak. Adipati Paranggarudo tidak mau peduli, yang penting adalah Soponyono harus ketangkap mati atau hidup. Karena telah menghina kewibawaan Adipati Paranggarudo.
Ki Soponyono dan Dewi Ruyung Wulan yang disertai adik-adiknya berlari terus menuju hutan, mereka berjalan mengikuti alur sungai. Ki Soponyono juga mengadakan perlawanan kepada para pengejar walaupun sia-sia, karena tidak seimbang jumlah pengejar dan yang dikejar. Keluar hutan masuk hutan, Dewi Ruyung Wulan menanggalkan pakaian kebesaran, kemudian dia menukarkan dengan baju penduduk setempat, mereka menyamar menjadi penduduk desa, agar tidak menjadi perhatian penduduk.
Sampailah mereka di Dukuh Bantengan (Trangkil) wilayah Panewon Majasemi. Panasnya Terik Matahari di siang hari membuat keempat orang tersebut kehausan. Musim kemarau yang panjang membuat mata air kering sehingga amat berharganya air. Mereka terus berjalan untuk mendapatkan seteguk air. Mereka duduk di bawah pohon besar yang kering, setelah berlari tanpa berhenti merupakan siksaan terlebih bagi ketiga orang putri terutama dewi Rayungwulan yang tidak pernah bekerja berat dan berjalan jauh. Rasa haus bagi ketiga putri tersebut sudah tak terhankan lagi, untuk meneruskan perjalanannya sudah tidak mungkinkan lagi.
Karena hausnya mereka berlari mengejar daratan yang penuh dengan sumber air setelah didekati ternyata hanya sebuah fatamorgana. Mereka berjalan tertatih-tatih, sampailah mereka disebuah sawah yang sunyi tidak ada sumurnya, dan sungai disekitarnya sudah kering karena kemarau panjang itu. Melihat hal itu Ki Sapanyono sangat bingung hatinya karena akan meminta air pada penduduk tidak berani, takut bertemu pengejarnya. Maka jalan satu-satunya adalah mencuri semangka atau mentimun yang ada di sawah tersebut.
Mereka tidak menyadari bahwa semua bergerak-geraknya diawasi dari jauh oleh pemilik sawah yaitu adik dari Panewu Sukmoyono yang bernama Raden Kembangjoyo. Berdasarkan laporan penduduk bahwa sawahnya sering dirusak oleh binatang2 seperti kerbau, kancil. Namun kali ini Kembangjoyo kaget ternyata yang selama ini yang merusak tanamannya bukan binatang tapi manusia. Kembangjoyo memerintahkan anak buahnya untuk mengepung sawah tersebut.
“Ternyata selama ini yang merusak tanaman-tanaman kami adalah kamu! Ya maling! Tangkap” terjadilah perang antara Ki Soponyono dengan anak buahnya Kembang Joyo, mereka semua dapat dilumpuhkan oleh Soponyono. Akhirnya Kembang Joyo turun tangan mereka berdua bertarung ditengah sawah. Dari kejauhan tiga putri itu bersembunyi menyaksikan pertarungan tersebut, karena dianggap pasukan Paranggarudo. Namun tanpa daya Ki Sopanyono melawan R. Kembangjoyo, karena Kembang Joyo lebih sakti dari Ki Soponyono.
Ki Soponyono ditlikung kakinya, kemudian tangannya diikat dengan tali dadung.
“Saya mencuri karena terpaksa Ndoro”
“Yang namanya maling juga terpaksa semua”
Sejurus dengan itu keluarlah Dewi Ruyung Wulan beserta kedua adik Dalang Soponyono.
“lepaskan kakang Soponyono, yang kamu buru aku kan, aku boleh kamu bawa asalkan Kakang Soponyono dilepaskan dahulu” Dewi Ruyung Wulan mengira bahwa yang menangkap Dalang Soponyono adalah Pasukan Paranggarudo. Kembang Joyo menjadi heran ternyata maling yang ditangkapnya membawa tiga orang gadis yang cantik-cantik. Namun karena Kembang Joyo hanya ditugaskan untuk menjaga sawah milik kakaknya, makanya ia tetap merangket keempat orang tersebut.
Mereka berempat menjadi tawanan R. Kembang Joyo, kemudian mereka dihadapkan kepada Penewu Sukmoyono untuk diminta penjelasannnya. Ki Soponyono memerkenalkan satu persatu kawan-kawannya. Selanjutnya ia menceritakan semua kejadian-kejadian yang telah dialami, mengapa mereka sampai di dikejar-kejar pasukan Parang Garudo, mereka terpaksa mencuri semangka dan mentimun milik Raden KembangJoyo, karena kehausan dan lapar. Mendengar penuturan Ki Soponyono tersebut Penewu Sukmayono merasa kasihan dan tidak sampai hati untuk menjatuhi hukuman. Penewu Sukmayono bersedia menampung dan melindungi mereka.
“Tinggal disini semaumu, masalah Paranggarudo biar kami yang akan menghadapinya.” Sukmoyono mempersilahkan Dalang Soponyono, dan ketiga putri untuk beristirahat dahulu.
Sebagai rasa terima kasih yang tak terhingga atas segala kebaikan Sukmoyono, Ki Saponyono mempersembahkan kedua adiknya kepada Sang Penewu untuk dijadikan hambanya. Persembahan tersebut diterima dengan senang hati. Akhirnya Ambarsari diperistri oleh Penewu sebagai selir, sedangkan Ambarwati diberikan kepada R. kembang Joyo untuk dijadikan istrinya. Sedangkan Dewi Ruyung Wulan akan dikembalikan kepada bapaknya Adipati Carang Soko, Puspo Handung Joyo.
Yuyu Rumpung pembesar dari Kemaguhan yang juga merupakan anak buah Paranggarudo tahu kalau keris Rambut Pinutung dengan Kuluk Kanigoro adalah pusaka hebat yang dimiliki Sukmoyono. Yuyu Rumpung memerintahkan anak buahnya. Yang bernama Sondong Majeruk untuk mengambil kedua pusaka tersebut. Akan tetapi sebelum dapat diserahkan kepada Yuyu Rumpung sudah dapat diketahu Sondong Makerti sehingga terjadi pertempuran, Sondong Majeruk kelehan kehabisan tenaga hingga mau mati, keris Rambut Pinutung yang dibawa Sondong Makerti berhasil menusuk perut Sondong Majeruk hingga tewas. Selamatlah keris Rambut Pinutung tidak bisa dibawa oleh Sondong Majeruk. Yuyu Rumpung murka kemudian memerintahkan segera menyerbu Majasemi bergabung dengan Pasukan Yudhopati dengan patih Singopati.
Sementera itu para prajurit Parang Garudo masih saja melakukan pengejaran dan penggeledahan di rumah-rumah penduduk. Sampailah mereka di Majasemi. Betapa marahnya Adipati Yudhopati ketika mendapat laporan bahwa buronan Dalang Soponyono, Dewi Ruyung Wulan bersama kedua adik Soponyono berada Di Majasemi mereka dilindungi oleh Penewu Sukmayono.
Maka terjadilah pertempuran yang sangat seru banyak korban yang berjatuhan, juga Ki Penewu Sukmoyono gugur dalam pertempuran itu. Mendengar Penewu Sukmayono gugur, Raden Kembangjoyo mengamuk dengan memegang keris Rambut Pinutung dengan kuluk Kanigoro menghancurkan Pasukan Paranggarudo. Mereka dibantu oleh pasukan Carangsoko, pertempuran dahsyat antara Patih Singopati dengan Patih Singopadu, memporsir energi sehingga keduanya gugur di medan laga. Pertempuran di Majasemi berakhir dengan membawa banyak korban.
Ki Saponyono mengantarkan Dewi Ruyung Wulan bersama-sama dengan Raden Kembangjoyo. Sebagai ucapan terima kasih, Dewi Ruyung Wulan diberikan kepada Raden Kembang Joyo untuk dijadikan istrinya, karena Kembang Joyo berhasil mengalahkan Yudho Pati adipati Paranggarudo kemudian ia menetap di Carangsoko menggantikan Puspo Handung Joyo sebagai pemimpin Kadipaten. Ia juga diangkat menjadi Adipati setelah menggabungkan tiga kadipaten yaitu Paranggarudo, Carangsoko dan Majasemi menjadi satu kadipaten Pati
Peleburan itu telah menciptakan kerukunan dari tiga kadipaten yang bertikai, untuk lebih memantapkan dalam memimpin kadipaten, ia mengajak Dalang Soponyono untuk memperluas wilayah kekuasaannya, dan mencari lokasi yang baik sebagai pusat pemerintahan, raden Kembangjaya dan Raden Sopanyono menuju hutan Kemiri, dan segeralah hutan tersebut dibabat untuk Kadipaten/pusat pemerintahan.
Alas (Hutan) Kemiri dihuni oleh beberapa binatang Singa, Gajah dan binatang buas lainnya, selain itu juga dihuni oleh kerajaan siluman, Kembang Joyo dan Dalang Soponyono bahu membahu melawan kerajaan Siluman tersebut. Akhirnya dengan kesaktian Kembang Joyo pemimpin Siluman menyerah. Untuk menangkal makhluk-makluk halus Dalang Sopoyono selamatan dengan memainkan wayang di hutan Kemiri. Sirnalah pemimpin Siluman beserta anak buahnya lari dari hutan kemiri.
Esok harinya Kembang Joyo dan Dalang Soponyono beserta parajurit Carangsoko melanjutkan pekerjaannya membuka Hutan Kemiri menjadi perkampungan, ditengah mereka sedang membuka hutan datanglah seorang laki-laki memikul gentong yang berisi air.
“Berhenti kisanak!, siapa namamu dan apa yang sedang kau pikul itu?”
“Saya Ki Sagola, yang gentong yang kupikul ini berisi Dawet, aku terbiasa berjualan lewat sini.”
“Dawet itu minuman apa?, coba saya minta dibuatkan, prajurit-prajurit saya ini juga dibuatkan!
“ Kenapa hutan ini kok ditebangi?, kasihan para binatang pada lari ke gunung?”
“Kami sedang membuka hutan ini untuk perkampungan baru, agar kelak dapat menjadi kota raja yang makmur, gemah ripah loh jinawi, sebab derah kami dulu sudah tidak memungkinkan kita tempati akibat perang Saudara”
Raden Kembang Joyo merasa terkesan akan minuman Dawet yang manis dan segar, maka ia bertanya pada Ki Sagola tentang minuman yang baru diminumnya. Ki Sagola menceritakan bahwa minuman ini terbuat dari Pati Aren yang diberi Santan kelapa, gula aren/kelapa.
Mendengar jawaban itu Raden Kembang Joyo terispirasi, kelak kalau pembukaan hutan ini selesai akan diberi nama Kadipaten Pati-Pesantenan. Dalam perkembangannya Kadipaten Pati-Pesantenan menjadi makmur gemah ripah loh jinawi dibawah kepemimpinan Kembang Joyo.

Selasa, 16 November 2010

TBC

TBC



TBc atau dikenal juga dengan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh basil tahan asam disingkat BTA nama lengkapnya Mycobacterium Tuberculosis.



Walaupun TBC dapat menyerang berbagai organ tubuh ,namaun kuman ini paling sering menyerang organ Paru.



Infeksi Primer terjadi pada individu yang sebelumya belum memiliki kekebalan tubuh terhadap M Tuberculosis



Basil TBC terhisap melalui saluran pernapasan masuk kedalam paru ,kemudian basil masuk lagi ke saluran limfe paru dan dari ini basil TBC menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Melalui aliran darah inilah basil TBC menyebar keberbagai Organ tubuh.



Bagaimana mengetahui kita terserang TBC ?

TbC dapat kita diagnosa melalui pengkajian dari gejala klinis ,pemeriksaan fisik ,gambaran radiologi atau Rontgen Paru dan pemeriksaan laboratorium klinis maupun bakteriologis.



Gejala klinis yang sering ditemui pada tuberculosis paru adalah batuk yang tidak spesifik tetapi progresif.

Pada pemeriksaan fisik kadang kita dapat menemukan suara yang khas tergantung seberapa luas dan dan seberapa jauh kerusakan jaringan paru yang terjadi.



Pemeriksaan Rontgen dapat menunjukkan gambaran yang bermacam macam dan tidak dapat dijadikan gambaran diagnostik yang absolut dari Tuberculosis Paru.



Pada pemeriksaan laboratorium ,peningkatan Laju Endap Darah dapat menunjukan proses yang sedang aktif ,tapi laju endap darah yang normal bukan berarti menyingkirkan adanya proses Tuberculosis.



Penemuan adanya BTA pada Dahak , bilasan bronkus ,bilasan lambung ,cairan pleura atau jaringan paru adalah sangat penting untuk mendiagnosa TBC Paru.

Sering dianjurkan untuk pemeriksaan dahak sebanyak 3 kali untuk dahak yang diambil pada pagi hari.



Pengobatan TBC Paru :

Pengobatan bertujuan untuk menyembuhkan ,mencegah

kematian ,dan kekambuhan.

Obat TBC yang utama adalah Isoniazid ,Rifampisin ,pirazinamid ,streptomisin dan etambutol.

Sedangkan jenis obat tambahan yang biasa digunakan adalah kanamisin ,kuinolon ,makroloid dan amoksisilin di kombinasikan dengan klavulanat.

Pengobatannya secara keseluruhannya dapat mencapai 12 bulan.








Batuk - batuk

kronis ,badan

semangkin ku-

rus ,badan se

ring berkeringat

pada malam hari.



Riwayat merokok ,kon-

tak dengan pen

derita TBC da-

lam waktu lama

menguatkan du

gaan kearah pe

nykit TBC.



Segeralah perik

sakan ke dok-

ter anda .



Berhenti mero

kok adalah tin

dakan yang bi

jaksana untuk

menjaga kese

hatan anda



Faktanya TBC

telah banyak

menelan ba

nyak korban

>> ( infonya)

Pendhidhikan menengah

Pendhidhikan menengah (sadurungé dikenal kanthi sebutan sekolah lanjutan tingkat atas utawa SLTA) iku jenjang pendhidhikan lanjutan saka pendhidhikan dhasar.
Bab lan Paragraf
[delikna]

* 1 Jinis
o 1.1 Pendhidhikan menengah umum
o 1.2 Pendidikan menengah kejuruan
* 2 Satuan pendhidhikan penyelenggara
* 3 Deleng uga

[sunting] Jinis
[sunting] Pendhidhikan menengah umum

Pendhidhikan menengah umum diselenggarakaké déning sekolah menengah atas (SMA) (naté dikenal kanthi istilah "sekolah menengah umum" utawa SMU) utawa madrasah aliyah (MA). Pendhidhikan menengah umum diklompokaké jroning program studi miturut kabutuhan kanggo sinau sabanjuré ing pawiyatan luhur lan urip jroning masarakat. Pendhidhikan menengah umum dumadi saka 3 (tiga) tingkat.
[sunting] Pendidikan menengah kejuruan

Pendhidhikan menengah kejuruan diselenggarakaké déning sekolah menengah kejuruan (SMK) utawa madrasah aliyah kejuruan (MAK). Pendhidhikan menengah kejuruan diklompokaké jroning bidang kejuruan didhasaraké marang perkembangan ilmu pengetahuan, tèknologi, lan/utawa seni, donya indhustri/donya usaha, katenagakerjaan (tataran nasional, regional utawa global), kajaba kanggo program kejuruan sing kagandhèng karo upaya-upaya palestarèn warisan budaya. Pendhidhikan menengah kejuruan dumadi saka 3 (tiga) tingkat, bisa uga dumadi saka 4 (patang) tingkat miturut tuntutan donya kerja.
[sunting] Satuan pendhidhikan penyelenggara

* Sekolah menengah atas (SMA)
* Madrasah aliyah (MA)
* Sekolah menengah kejuruan (SMK)
* Madrasah aliyah kejuruan (MAK)
* Program paket C
* Pendhidhikan diniyah menengah atas

[sunting] Deleng uga

* Pendhidhikan anak usia dini
* Pendhidhikan dhasar
* Pendhidhikan dhuwur

Wuku

Wuku iku arane unit wektu sing ditata saka 30 peken. Sa-peken utawa minggu katata saka 7 dina. Dadi sataun wuku katata saka 210 dina. Pangitungan nganggo wuku utawa diarani pawukon digunakake ing Bali lan Jawa.

Sajane ide dhasar saka pangitungan miturut wuku iki yaiku patemonane rong dina ing sistem pancawara(pasar) lan saptawara(peken) sing dadi siji. Sistem pancawara utawa pasaran katata saka limang dina, lha banjur sistem saptawara kata saka pitung dina.

Ing sawuku, patemonane antara dina pasaran lan dina peken wis mesthi. Conthone dina Setu-Pon ana ing wuku Wugu. Miturut kaparcayan tradisional wong Bali lan Jawa, kabeh dina-dina iki nduwe arti dhewe-dhewe.
Bab lan Paragraf
[delikna]

* 1 Daftar Wuku-Wuku
* 2 Perabot Wuku
o 2.1 Perabot Wuku sing kagolong Penanggalan
o 2.2 Perabot Wuku sing kagolong Bincil
o 2.3 Perabot Wuku sing asalé saka leluri
* 3 Wariga gemet
* 4 Referensi
* 5 Ugi Pirsani
* 6 Pranala njaba

[sunting] Daftar Wuku-Wuku

1. Sinta
2. Landhep
3. Wukir, Ukir1
4. Kurantil, Kulantir1
5. Tolu, Tulu1
6. Gumbreg
7. Wariga alit, Wariga1
8. Wariga agung, Warigadian1
9. Julungwangi, Julungwangi1
10. Sungsang



11. Galungan, Dungulan1
12. Kuningan
13.Langkir
14. Mandasiya, Medangsia1
15. Julungpujut, Pujut1
16. Pahang
17. Kuruwelut, Krulut1
18. Marakeh, Merakih1
19. Tambir
20. Medangkungan


21. Maktal
22. Wuye, Uye1
23. Manahil, Menail1
24. Prangbakat
25. Bala
26. Wugu. Ugu1
27. Wayang
28. Kulawu, Kelawu1
29. Dukut
30. Watugunung

1Jeneng alternatif, biasane sing dienggo ing Bali. Yen dideleng mung pasang aksarane (ejaan) sing rada beda.
[sunting] Perabot Wuku

Perabot Wuku bisa dibédakaké dadi telung jinis, yakuwi:[1]

* sing kagolong Penanggalan, yaiku perabot Wuku sing lumaku miturut tanggal.
* sing kagolong Bincil,
* sing asalé sala leluri.

[sunting] Perabot Wuku sing kagolong Penanggalan

Perabot Wuku sing kagolong Penanggalan iku perabot Wuku sing lumaku miturut tanggal, yaiku: dina, pasaran, padéwan, paringkelan lan padangon.

* Padewan, yaiku perabot Wuku sing dumadi saka wolung rupa, gunané kanggo meruhi watek manungsa lan kaperluan liyané. Padéwan iku nduwèni nomer urut sing ora kena diowahi. Cara ngitungé diwiwiti saka urutan pisanan 'Bethari Sri' ing dina Ahad Paing Wuku Sinta nganti entèk nembé bali manèh saka wiwitan. Perlu diélingi yaiku nalika Wuku Galungan, Bathara Kala wiwit dina Senèn Pon, Selasa Wagé sacara terus terusan sajroning 3 dina, nembé genti Bathari Uma ing dina Rebo Kliwon. Katelu dina kasebut dijenengaké Dungulan utawa Dendan Kukudan. Urutan lan watek sarta mupangaté kaya daftar ing ngisor:
o Bethari Sri, wateké: welas asih, mupangaté: nandur pari lan klapa.
o Bathara Indra, wateké: teliti nanging angkuh, mupangaté: wiwit ajar kabèh èlmu.
o Bathara Guru, wateké: mènèhi pacoban lan ganjaran, nanging "lelemeran", mupangaté: masang tumbal.
o Bathara Yamadipati, wateké: pangertèn nanging kesèd, mupangaté: miwiti usaha dagang.
o Bathara Rudra, wateké: berbudi lan bojakrama (loma bab panganan), mupangaté nderes, gawé sumur, wangan.
o Bathara Brama, wateké: nrangasan lan ora srantan, mupangaté: miwiti babad alas lan sawah tegalan.
o Bathara Kala, wateké: èlèk budiné, serakah, seneng ngapusi. mupangaté: gawé paugeran aturan lsp.
o Bathari Uma, wateké: welas nanging jail, mupangaté: gawé pager lan wates.
* Paringkelan, asal saka ringkel sing tegesé apes. Paringkelan ana enem yaiku: Tungle, Aryang, Wurukung, Paningron, Uwas, lan Mawulu.
o Tunglé: tegesé apesé ing godhong, wateké: sanggup nanging ora diayahi, mupangat:gawé isin, larangan: aja nandur sing dijupuk godhongé kaya tembako, suruh, janganan lsp.
o Aryang: tegesé apesé ing manungsa, wateké:kerep lali, mupangat: gawé sabangsa racun, warangan lsp, larangan: mantu, ngadegaké omah, pindhah omah, miwiti nandur.
o Wurukung: tegesé apesé ing kéwan, wateké: léna, mupangat: kanggo ajag, larangan: negor alas.
o Paningron: tegesé apesé ing manuk, wateké: takabur, mupangat: mikat uatawa luru manuk, larangan: gawé kurungan.
o Uwas: tegesé apesé ing iwak loh, wateké: mélikan, mupangat: gawé piranti golèk iwak kaya jala, jaring, pancing lsp.
o Mawulu: tegesé apesé ing wiji, wateké: kerep lara, mupangat: miwiti ngolah sawah, larangan: miwiti nandur winih.
* Padangon, yaiku perabot Wuku sing dumadi saka sangang rupa kanggo meruhi watek manungsa lan kaperluan liyané.[2]
o Dangu: tegesé watu, wateké: meneng, cublúk, abot, atos.
o Jagur: tegesé macan, wateké: galak, awas, luwes, rosa.
o Gigis: tegesé bumi, watêké : jembar, ngreksa, momot.
o Kerangan: tegesé srengéngé, wateké: atos, titi, ajeg, ngawruhi ala lan becík, padhang.
o Nohan: tegesé rembulan, wateké: bungah lan sengsem, asan, kena pitenah.
o Wogan: tegesé uler, wateké : mugên, antêpan.
o Tulus: tegesé banyu, wateké : temen, rosa, jembar, diérami, lembut pangarahé.
o Wurung: tegesé geni, wateké : panasbaran ing sabarang karepé.
o Dadi: tegesé kayu, wateké: luhur lumuh kaungkulan.

[sunting] Perabot Wuku sing kagolong Bincil

* Paarasan, ana 10 werna miturut gunggung neptu dina lan pasarané. Cara ngétung: digunggung neptu dina lan pasaran dina kelairané banjur dipara sepuluh lan sisané nuduhaké wateké wong kasebut. Yèn gunggung neptu 10 utawa kurang saka sepuluh, wateké bisa dideleng saka angka gunggung neptu mau. Urutan Paarasan lan wateké:
1. Aras Tuding lakuning sétan, wateké antara liya wanthèn, kerep kaanggo gawéné nanging seneng mélik (calimut).
2. Aras Kembang lakuné jejodhon, wateké antara liya ora diéman nanging gampang antuk rasa asih saka wong liya sarta gampang mikir lan nyambut gawé.
3. Lakuné Lintang, wateké antara liya meneng, andhap asor, sabar betah melèk, bisa dagang lan kawruh basa, nanging yèn duwé karep ora bisa dialang-alangi lan kerep pindhah omah.
4. Lakuné Rembulan, wateké antara liya pinter samubarang gawéyan, wawasan jembar, cepet mukti nanging ora bisa sugih amarga sungkanan.
5. Lakuné Srengéngé, wateké antara liya manis wicara, pangertèn, sering dialem, nanging yèn tukaran tansah kalah.
6. Lakuné Banyu, wateké antara liya teguh budiné, sregeb, ramah kerep dadi pamimpin.
7. Lakuné Bumi, wateké antara liya meneng, gampang nesu, ora duwé kanca lan bodho atiné welas asih.
8. Lakuné Geni, wateké antara liya gampang nesu, dhengki.
9. Aras Peksi Lakuné Angin, wateké antara liya meneng, seneng dialem.
10. Aras Pepet Lakuné Pandhita Sekti, wateké antara liya meneng, landhep pikiré.

Tabel neptu miturut dina lan pasaran:
Tabel Neptu dina lan pasaran
Dina Neptu Pasaran Neptu
Ngaat / Minggu 5 Kliwon 8
Senèn 4 Legi 5
Selasa 3 Paing 9
Rebo 7 Pon 7
Kemis 8 Wage 4
Jemuwah 6
Setu 9


* Pancasuda, ana 7 werna miturut gunggung neptu dina lan pasarané. Cara ngétung: digunggung neptu dina lan pasaran dina kelairané banjur dipara pitu lan sisané nuduhaké wateké wong kasebut. Yèn gunggung neptu 7 utawa kurang saka pitu, wateké bisa dideleng saka angka gunggung neptu mau.

*
1. Wasésa Segara: wateké agung budiné, gampang mènèhi ngapura, bisa nampa omongan apik lan èlèk sarta gedhé wibawané.
2. Tunggak Semi: wateké Ora pedhot rejekiné.
3. Satria Wibawa: wateké tansah antuk kawibawan lan drajad.
4. Sumur Sinaba: wateké dadi panggonan ngangsu kawruh.
5. Satria Wirang: wateké kerep nanggung isin lan kena alangan.
6. Bumi Kapetak: wateké atiné resik kudu sregeb nyambut gawé lan tirakat.
7. Lebu katiup angin: wateké mlaratan, ora krasanan kerep pindhah, kerep ora kasembadan rencanané lan kerep ngalamun.

Tabel neptu Pancasuda:
Tabel Neptu Pancasuda
Dina Neptu Pasaran Neptu
Ngaat / Minggu 6 Kliwon 8
Senèn 4 Legi 5
Selasa 3 Paing 9
Rebo 6 Pon 7
Kemis 5 Wage 4
Jemuwah 7
Setu 8


* Kamarokan, ana 6 werna miturut neptu dina lan pasarané. Cara ngétung: digunggung neptu dina lan pasaran dina kelairané banjur dipara enem lan sisané nuduhaké wateké wong kasebut. Yèn gunggung neptu 6 utawa kurang saka enem, wateké bisa dideleng saka angka gunggung neptu mau.

*
1. Nuju Padu: wateké èlèk, kerep sulaya.
2. Kala Tinantang: wateké èlèk, tansah kakurangan kerep lara lan gampang nesu.
3. Sanggar Waringin: wateké apik, tentrem, antuk kabagjan lan rejeki, atiné tenang lan bisa dadi pelindhung kulawarga sarta seneng golèk kawruh.
4. Mantri Sinaroja: wateké apik, kagayuh apa sing dikarepaké, uripé seneng ora kakurangan sandhang pangan lan akèh anaké.
5. Macan Ketawan: wateké sedengan, disegani nanging uga diadohi lan kerep kélangan.
6. Nuju Pati: wateké mampet rejekiné, susah uripé, yèn kanggo mantu cepet pisahan, kerep kena bilahi.

[sunting] Perabot Wuku sing asalé saka leluri

* Waler-sanger:
o Sing asal saka pawukon antara liya: Taliwangké, Sampar wangké, Dungulan, Kala Dité, Kala mendhem, Anggara kasih, Bulan sunya, Tangisé Dewi Sinta, Jabung kala Wuku, Jaya bumi, Sarik agung lsp.
o Sing ora asal saka pawukon antara liya: Bangas, Rebo wekasan, Dina tanpa tanggal lsp.

[sunting] Wariga gemet

Wariga Gemet iku kasimpulan ala becikíng siji-sijiníng dina ing saubengan wuku. Cacahé ana 210 dina. Saben siji-sijiníng dina ing sajroné saubengan wuku duwé watak ala utawa becík (rahayu). Carané nemtokaké ala beciking dina nganggo nggabungaké kabèh watak-wataké prabot Pawukon lan Wetonan. Menawa bakal kanggo ngadani pakaryan gedhé kayadéné duwé gawé lan sapanunggalané perlu digatèkaké sirikan-sirikan kasebut ing ngisor iki

Dina penanggalan: Dinå pétungan 7 (Saptawara), kabèh dianggep becik ora ana síng disirík. Dina Pasaran (Pancawara), kabèh ora ana síng disirík. Dina Paringkêlan (Sadwara), síng disirík siji paringkelan yakuwi: Aryang.

Dina kang dudu penanggalan: Dina Padéwan (Astawara), síng disirík siji : padéwan Kala. Dina Padangon (Sangawara), síng disirík siji : padangon Wurung.

Praboté Pawukon Bincilan (pétung neptu): Pancasudå, ana 7 werna, kang disirík 3, yaiku: Satriyå Wirang, Bumi Kapetak, lan Lebu Katiyúb Angín. Rakam (kamarokan) , ana 6 werna, sing disirík 3, yaiku: Kala Tinantang, Demang Kandhuruwan, lan Nuju Pati. Paarasan, ana 10 werna, síng disirík 2, yaiku Aras Tudíng lan Aras Pepet.

Praboté Pawukon Leluri: Tali Wangké, ana 6 disirík kabèh. Sampar Wangké, ana 5 disirík kabèh. Sarik Agung, ana 4 disirík kabèh. Kala Dhité, ana 3 disirík kabèh. Dhendhan Kukudan, ana 3 urut-urutan disirík kabèh. Séngkan Turunan, ana 10 síng disirík 5, yaiku : Asu Ajag Tumurun, Sapi Gumarang Tumurun, Cèlèng Demalung Tumurun, Kuthilapas Sumengka, lan Srigati Sumengka.

Wariga Gemet lumrahé isíh diganepi nganggo waton-waton liyané nalikané golèk dina becik kanggo sawijiníng kaperluwan. Jalaran manut panemuné wong Jawa pancèn ana waton-waton síng kudu dienggoni tumrapíng sasi, tanggal, lan dina. Sasi :

* Siji-sijiníng sasi iku ana sing dianggep becík kanggo keperluwan.
* Siji-sijiníng sasi ana dina sing diarani “sangar” lan “larangan” sing perlu disirík.
* Sasi kang ora ana dinané Anggara Kasíh (Selasa Kliwon) beciké disirík.

Tanggal:

* Ana tanggal saben sadhéngah sasi síng dianggep ala kanggo kaperluwan.
* Ana tanggal naas lan bangas síng perlu disirík.

Dina:

* Dina lan pasaran síng padha karo dina lan pasaran wiwitaning taun beciké disirík.
* Dina lan pasaran síng padha karo dina lan pasaran pungkasaníng taun beciké disirík.
* Dina lan pasaran kang padha karo dina lan pasaran tanggal 3 Sura beciké disirík.

Cathetan: Panampané saben wong marang anané Wariga Gemet sing nengeri dina ala lan becík ora padha. Bisa percaya bisa ora. Ana síng nganggep kabèh dina becík ora perlu wedi menawa arep nindakaké apa waé.

Pangéran Dipanegara

Potret Pangeran Diponegoro (1835)

Pangéran Dipanegara utawa ing basa Indonésia Pangeran Diponegoro (Yogyakarta, 11 November 1785 - Makassar, 8 Januari 1855) kuwi sawijining pahlawan nasional Republik Indonesia. Pasaréyané dumunung ana ing Ujung Pandang.
Bab lan Paragraf
[delikna]

* 1 Asal-usul Diponegoro
* 2 Riwayat Perjuangan
* 3 Penangkapan lan pengasingan
* 4 Referensi
* 5 Wacan
* 6 Delengen uga
* 7 Pranala njaba

[sunting] Asal-usul Diponegoro

Diponegoro kuwi putra pambarep Hamengkubuwana III, raja Mataram ing Yogyakarta. Lair tanggal 11 November 1785 ing Yogyakarta saka garwa ampil kang asmané R.A. Mangkarawati, yaiku garwa ampil kang asalé saka Pacitan. Pangeran Diponegoro duwé jeneng asli Raden Mas Ontowiryo.

Mangertèni kalungguhané minangka putra saka garwa ampil, Diponegoro nulak kersaning sang rama, Sultan Hamengkubuwana III kang arep ngangkat dadi raja. Panjenengané nulak amarga ibuné dudu garwa padmi. Panjenengané kagungan garwa telu yakuwi: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, lan Raden Ayu Ratnaningrum.

Diponegoro luwih kepéncut marang babagan agama lan cedhak karo rakyat saéngga luwih seneng manggon ing Tegalrejo, dalemé éyang buyut putri, permaisuri saka HB I Ratu Ageng Tegalrejo tinimbang urip ana ing kraton. Pambrontakané marang kraton diwiwiti nalika kapemimpinan Hamengkubuwana V (1822) yakuwi nalika Diponegoro dadi salah siji anggota perwalian kang ndhampingi Hamengkubuwana V kang isih umur 3 taun, déné pamaréntahan sadina-dina dicekel déning Patih Danurejo bebarengan karo Residen Walanda. Cara perwalian kaya mangkono kuwi ora disarujuki déning Diponegoro.
[sunting] Riwayat Perjuangan

Artikel utama: Perang Diponegoro

Perang Diponegoro miwiti nalika Walanda masang pathok ing tanah duwèké Diponegoro ing désa Tegalrejo. Wektu kuwi, pamjenengané pancèn wis eneg karo tumindaké Walanda kang ora ngregani adat istiadat lan ngèksploitasi rakyat kanthi pajak.

Sikap Diponegoro kang nentang Walanda sacara terang-terangan, olèh simpati lan dhukungan saka rakyat. Kanthi saran Pangeran Mangkubumi, pamané, Diponegoro nyingkir saka Tegalrejo, lan gawé markas ing sawijining guwa kang jenengé Guwa Selarong. Wektu kuwi, Diponegoro nyatakaké yèn perlawanané kuwi minangka perang sabil, perlawanan ngadhepi kaum kafir. Semangat "perang sabil" kang dikobaraké déning Diponegoro nggawa pengaruh nganti tekan wilayah Pacitan lan Kedu. Salah sawijining tokoh agama ing Surakarta, yakuwi Kyai Maja, mèlu nggabung karo pasukan Diponegoro ing Goa Selarong.

Sajroning perang iki karugên pihak Walanda ora kurang saka 15.000 tentara lan 20 yuta gulden.

Manéka cara terus diupayakaké déning Walanda kanggo nyekel Diponegoro. Malah nganggo sayembara barang. Bebungah 50.000 Gulden diwènèhaké kanggo sapa waé kang bisa nangkep Diponegoro. Nganti pungkasané Diponegoro dijebak lan dicekel ing taun 1830.
[sunting] Penangkapan lan pengasingan

* 16 Februari 1830 Pangeran Diponegoro lan Kolonel Cleerens ketemu ing Remo Kamal, Bagelen, Purworejo. Cleerens ngusulaké supaya Kanjeng Pangeran lan pendhèrèk lèrèn dhisik ing Menoreh sinambi nunggu karawuhané Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock saka Batavia.

Lukisan Prastawa Penangkapan Pangeran Diponegoro déning VOC

* 28 Maret 1830 Diponegoro nemoni Jenderal de Kock ing Magelang. De Kock meksa nganakaké perundingan lan ndesek Diponegoro supaya ngendhekaké perang. Panjaluk iki ditulak déning Diponegoro. Nanging Waelanda wis nyepakaké panyergapan kanthi tliti. Dina kuwi uga Diponegoro ditangkep lan diasingaké menyang Ungaran, banjur digawa menyang Gedhung Karesidenan Semarang, lan langsung menyang Batavia migunakaké kapal Pollux ing tanggal 5 April.

* 11 April 1830 tekan Batavia lan ditawan ing Stadhuis (saiki gedhung Museum Fatahillah), sawetara nunggu kaputusan saka Gubernur Jenderal Van den Bosch.

* 30 April 1830 kaputusan wis metu. Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Retnaningsih, Tumenggung Diposono lan garwa, sarta para pedhèrk liyané kaya Mertoleksono, Banteng Wereng, lan Nyai Sotaruno bakal dibuwang menyang Manado.

* 3 Mei 1830 Diponegoro lan rombongan dibudhalaké nganggo kapal Pollux menyang Manado lan ditawan ing Bèntèng Amsterdam.

* 1834 dipindahaké menyang Bèntèng Rotterdam ing Makassar, Sulawesi Kidul.

* 8 Januari 1855 Diponegoro wafat lan disarèkaké ing kampung Jawa, Makassar.[1]

Jroning perjuangan, Pangeran Diponegoro dibantu déning puterané kang asma Bagus Singlon utawa Ki Sodewo. Ki Sodewo ngayahi paperangan ing wilayah Kulon Progo lan Bagelen.

Ki Sodewo duwé ibu kang asmané Citrowati, kang séda ing sajroning serangan Walanda. Ki Sodewo cilik utawa Bagus Singlon tuwuh diwasa jroning asuhan Ki Tembi, kapercayaan Pangeran Diponegoro. Bagus Singlon utawa Raden Mas Singlon utawa Ki Sodewo sawisé remaja banjur nyusul bapaké ing medan pertempuran. Saora-orané Pangeran Diponegoro duwé 17 putra lan 5 putri, kang kabèh saiki nyebar ing saindhenging Indonésia, kalebu ing Jawa, Sulawesi lan Maluku

Kamis, 17 Juni 2010

Cek Kelistrikan Motor

Pernah mengalami permaslahan dengan kelistrikan Motor Anda, seperti tiba2 motor nggak bisa di start, atau lampunya terang redup? cek kelistrikan motor anda berkala, mulai dari kondisi accu sampai kualitas .

Berikut pengalaman saya dengan maslah kelistrikan Motor yang saya tunganggi ( Thunder EN 125 )

Waktu itu kondisi motor saya nggak bisa elektrik starter, dan lampu yang terang redup, alhasil saya menfonis bahwa accu yang saya gunakan suidah SOAK, alias minta pindah ke tukang LOAK ... dan LEMBIRU.

nah kebiasaan saya yang selalu memastikan kondisi tunganggan sempurna maka sebelum dibawa ke bengkel saya coba periksa sendiri... mulaid ari kondisi aki dan kabel2 atau komponen2 yang berhubungan dengan kelistrikan motor, dan malsah ditemukan... ternyata bukan di accu yang soak atau urutan kabel yang bermaslah ternyata sepele saja.... karena baut kabel yang nempel di accu tidak kencang......, mengakibatkan performa accu jadi tidak maksimal..

Jadio pesan saya..... gangguan tidak selalu dari maslah yang besar.....

Urutan Cek kelistrikan

1. Kondisi aki ( cek air accu bagi yang pake acu basah ) kalu sudah kurang segera ditambah... dan charge kalau sudah mulai lemah
2. Cek baut kabel di accu pastikan kencang
3. urut satu2 kabel pastikan tidak ada kabel yang terluka
4. Cek spul.. pastiukan kondisinya baik
5. Cek Kiprok.....
6. Pastyikan juga tidak menambah accesories yang berlebihan yang akan mengakibatkan kerja accu jadi tyambah berat

Jual Alat Penghemat Listrik

Jual Alat Penghemat Listrik

Pada beberapa pusat keramaian seringkali ada yang menawarkan alat penghemat listrik. Klaimnya, konsumen hanya perlu memasang alat ini pada salah satu soket listrik untuk dapat menghemat listrik sampai dengan 40%.

Para penjual alat-alat ini umumnya dipersenjatai sebuah alat demonstrasi untuk menunjukkan kepada calon konsumen bahwa alat penghemat listrik tersebut memang benar-benar bekerja. Biasanya alat peraga dilengkapi dengan sumber daya listrik PLN, beberapa beban (lampu neon, bor, vacuum cleaner, pengering rambut, dan sebagainya), sebuah amperemeter dan tentunya alat yang dipasarkan.

Klaim yang fantastis dan demonstrasi yang meyakinkan. Tetapi apakah alat-alat penghemat listrik tersebut memang dapat mengurangi biaya yang harus kita bayarkan ke PLN?

Pertama kali penjual akan menyalakan beban tanpa menyalakan alat penghemat dan menunjukkan besarnya arus yang dikonsumsi. Setelah itu, alat penghemat dinyalakan dan kepada calon konsumen akan diperlihatkan daya yang dikonsumsi menjadi berkurang. Penjual juga akan dengan sigap menjelaskan jika alat ini hanya akan berfungsi pada beban motor listrik atau yang memiliki kumparan (bersifat induktif).

Walaupun biasanya sangat tidak praktis untuk membongkar alat ini (disegel rapat dan sulit untuk dibongkar), yang sedikit mengerti listrik arus bolak balik seharusnya dapat langsung menebak bahwa alat ini berisi sebuah kapasitor.
Listrik Arus Bolak Balik

Daya pada listrik bolak-balik (AC) memiliki dua buah komponen: daya aktif (P) dan daya reaktif (Q). Resultan antara keduanya disebut sebagai daya nyata (S) yang merupakan daya yang dirasakan oleh PLN sebagai pemasok daya.

Daya reaktif (Q) dapat terjadi karena induktansi atau kapasitansi. Induktansi diakibatkan oleh komponen berbentuk kumparan (misalnya motor listrik atau transformator step down pada adaptor). Sedangkan kapasitansi diakibatkan oleh komponen kapasitor. Sifat induktansi dan kapasitansi ini saling berlawanan; pada diagram segitiga daya, komponen induktansi memiliki arah ke bawah sedangkan komponen kapasitansi memiliki arah ke atas.

Daya aktif (P) adalah daya sebenarnya yang dibutuhkan oleh beban. tetapi daya yang perlu dipasok oleh PLN adalah daya nyata (S). Untuk meminimalkan daya yang perlu dipasok PLN, maka sebisa mungkin daya reaktif (Q) harus dieliminasi. Jika beban bersifat induktif, maka perlu ditambahkan kapasitor; dan jika beban bersifat kapasitif, maka perlu ditambahkan induktor sedemikian sehingga daya reaktif (Q) mendekati nol. Karena beban pada lingkungan perumahan sebagian besar bersifat induktif, maka penambahan kapasitor adalah cara yang tepat untuk menghemat energi.

Menghemat Energi? Menghemat Biaya?

Penggunaan alat ini untuk menghemat energi memang tepat, walaupun mungkin tidak cukup ideal karena konsumen tidak pernah diberitahu besaran kapasitansi yang dikandung oleh alat ini. Yang menjadi pertanyaan sekarang: apakah alat ini akan menghemat biaya yang perlu kita bayarkan ke PLN setiap bulannya sampai 40% seperti yang diklaim? Ternyata tidak, karena untuk lingkungan perumahan, PLN memasang kWh meter yang hanya akan menghitung penggunaan daya aktif (P) saja. Sedangkan daya reaktif (Q) tidak masuk hitungan alias gratis. Untuk keperluan menghemat transmisi daya, mungkin PLN yang akan memasang kapasitor pada gardu induk.

Walaupun demikian, pada kondisi tertentu alat ini masih bisa sedikit melakukan penghematan karena kabel listrik dalam rumah juga memiliki hambatan. Menurut perhitungan Pranyoto dari Litbang PLN, pada kondisi ekstrim daya nyata (S) dua kali lipat dari daya aktif (P) (faktor daya = 0,5), beban sebesar 6900 VA, panjang kabel penghantar sebesar 20 meter, dengan tarif listrik Rp 390/kWh dan digunakan selama 12 jam sehari, maka dengan menggunakan alat penghemat listrik hanya dapat menghemat Rp 3.931/bulan. Sedangkan pada kondisi ideal daya nyata (S) sama dengan daya aktif (P) pada beban 460 V, menggunakan alat ‘penghemat’ listrik justru menambah tagihan sebesar Rp 402/bulan.

Walaupun penghematan biaya (jika ada) sangatlah kecil, alat ini berguna untuk mengefektifkan energi jika peralatan listrik di rumah memerlukan daya yang mendekati jumlah daya yang diperbolehkan oleh PLN. kWh meter menghitung daya aktif (P), tetapi MCB (circuit breaker) memutuskan arus berdasarkan arus pada resultan daya nyata (S). Jika sebuah rumah menggunakan banyak peralatan yang bersifat induktif, maka menggunakan alat ini akan mengurangi resiko MCB melakukan pemutusan (ngejepret).

Kasus Pada Konsumen Industri

Berbeda dengan konsumen perumahan, pada konsumen industri, PLN juga menggunakan kVARh meter untuk menghitung daya reaktif (Q) di samping kWh meter untuk menghitung daya aktif (P). Jika perbandingan antara daya aktif (P) dan daya nyata (S) lebih kecil daripada 0.85, maka PLN akan mengenakan denda. Dalam kasus ini, mengeliminasi daya reaktif (Q) merupakan tanggung jawab konsumen. Walaupun demikian, kapasitor yang dibutuhkan tentunya bukan kapasitor blackbox yang diklaim sebagai ‘alat penghemat listrik’ seperti yang dibahas di atas.
Jenis ‘Penghemat’ Listrik yang Lain

Ada satu lagi jenis alat ‘penghemat’ listrik. Jika di atas kita berbicara mengenai alat penghemat listrik yang hanya perlu disambungkan pada sebuah soket listrik (dipasang secara paralel), maka jenis yang ini perlu dipasang secara seri. Alat ini dipasang dengan sedikit memodifikasi jaringan listrik rumah.

Cara kerja alat ini adalah dengan menurunkan tegangan listrik. Penggunaan alat ini memang akan secara drastis mengurangi biaya yang tercatat pada kWh meter. Tetapi perlu diingat bahwa beberapa alat listrik tidak akan bekerja pada tegangan yang jauh di bawah standar. Beberapa bahkan akan rusak jika dipaksakan.

Usaha Mengelabui Calon Konsumen

Bagaimana dengan alat demonstrasi yang begitu meyakinkan memberi ‘bukti’ bahwa alat penghemat listrik ini memang dapat menghemat listrik sampai 40%? Pranyoto memberi tiga buah kasus bagaimana penjual mengecoh calon pembeli.

Yang pertama adalah dengan menggunakan amperemeter. Amperemeter akan menunjukkan angka yang lebih rendah jika alat penghemat listrik dipasang. Tetapi kebanyakan konsumen tidak tahu bahwa amperemeter mengukur arus pada komponen daya nyata (S) dan bukan pada komponen daya aktif (P). Walaupun besaran yang ditunjukkan amperemeter akan berubah tergantung apakah alat penghemat dipasang atau tidak, besaran arus pada komponen daya aktif (P) sebenarnya tidak akan berubah.

Kedua, adalah dengan menggunakan wattmeter. Penjual yang melakukan ini lebih cerdik karena PLN memang mengukur berdasarkan Watt. Tetapi yang tidak disadari konsumen adalah ada hambatan berukuran besar atau gulungan kabel yang sangat panjang di belakang alat demonstrasi ini yang menghubungkan beban dengan sumber listrik. Penghematan yang terhitung pada wattmeter adalah penghematan pada transmisi daya yang tidak realistis karena kabel listrik di rumah tidak akan sepanjang gulungan kabel yang berada di belakang alat demonstrasi.

Ketiga, juga dengan menggunakan wattmeter, tetapi dengan tidak memperlihatkan besaran tegangan. Alat ini dengan meyakinkan dapat memperlihatkan bahwa penggunaan daya akan dihemat. Tetapi konsumen tidak menyadari bahwa tegangan listrik sudah jauh di bawah 220V.

Selain itu, yang perlu diperhatikan juga adalah masalah harga. Alat ini dijual mulai dengan harga sekitar puluhan ribu rupiah sampai dengan ratusan ribu rupiah. Tetapi sebenarnya, komponen kapasitor yang ada dalam alat ini dapat dibeli seharga tak lebih dari Rp 10000 rupiah (informasi dari Forum TE UGM). Melihat harga modal ini, konsumen dapat menentukan nilai yang pantas untuk menghargai alat seperti ini setelah produsen memaketkannya menjadi kemasan yang praktis untuk digunakan oleh konsumen. Setelah melalui proses produksi masal, menurut saya Rp 50 ribu mungkin bisa dibilang wajar, Rp 75 ribu mungkin agak sedikit berlebihan, tetapi Rp 100 ribu sepertinya terlalu mahal.

Kesimpulan

* ‘Alat penghemat listrik’ tidak dapat menghemat biaya listrik PLN seperti yang diklaim sampai 40%. Bahkan 10% pun mungkin masih terlalu banyak.
* Jika ada yang dihemat, maka itu hanyalah penghematan pada transmisi daya dalam rumah yang besarnya tidak begitu signifikan. Dalam kasus ideal bahkan penggunaan alat ini akan menyebabkan biaya yang sedikit lebih tinggi.
* Alat ‘penghemat’ listrik yang dipasang secara seri (memerlukan sedikit modifikasi jaringan listrik) bekerja dengan cara menurunkan tegangan. Beberapa alat akan tidak dapat berfungsi dan sebagian akan berumur pendek.
* Alat penghemat listrik paralel mungkin lebih berguna jika anda ingin meringankan beban PLN dalam mendistribusikan tenaga listrik, tanpa mengharapkan imbalan dari PLN. Selain itu alat ini juga berguna untuk mengurangi frekuensi ngejepret jika penggunaan mendekati jumlah pemakaian yang dibatasi oleh PLN.
* Rp 100 ribu rupiah untuk alat ini mungkin masih terlalu mahal.

Sumber:
Priyadi.net
Incoming search terms for the article:

* jual alat penghemat listrik
* alat penghemat pemakaian listrik
* komponen transformator pd mobil
* jual penghemat listrik
* menjual alat penghemat listrik
* jual penghemat daya listrik
* jual barang peralat listri
* alat penghemat LISTRIK
* jual alat pembangkit listrik
* di jual alat penghemat listrik


May 15th, 2010 in Info Hemat BBM | No Comments »
Sepeda Motor"> XP 800 Gold – Alat Pengirit BBM Untuk Sepeda Motor

Alat Penghemat Bahan Bakar Motor

Alat Penghemat Bahan Bakar Motor

Detail Produk:

* Bisa digunakan untuk mobil dan mesin lainya Kapasitas 600CC dan 25HP
* Bisa menghemat BBM rata2 10% – 35%,Tidak Hemat – Kembali !!!.
* Produk tahan panas sampai 300″c
* Garansi 1 Tahun
* Masa pakai bisa sampai 7 Tahun
* Terbuat dari bahan Aluminium kualitas tinggi
* Produk tahan banting dan anti karat
* Harga Rp.145.000,-
* Untuk pembelian min 5 unit Gratis ongkos kirim!

Incoming search terms for the article:

* pengirit bbm
* harga power boster motor
* alat pengirit bensin
* pengirit bensin
* data modifikasi sepeda motor irit bahan bakar
* alat pengirit bbm sepeda motor
* harga penghemat bbm motor
* alat pengirit bbm
* http://www alatpenghematbbm com/xp-800-gold-alat-pengirit-bbm-untuk-sepeda-motor/
* alat pengirit bahan bakar mobil


May 5th, 2010 in Alat Hemat bbm Untuk Motor, Uncategorized | No Comments »
Sepeda Motor"> Power Booster MB 1300 Black – Alat Penghemat BBM Untuk Sepeda Motor

Alat Penghemat Bahan Bakar Motor

Alat Penghemat Bahan Bakar Motor

Detail Produk:

* Bisa digunakan untuk sepeda motor dan mesin lainya Kapasitas 125CC dan 15HP
* Bisa menghemat BBM rata2 10% – 30%
* Produk tahan panas sampai 200″c
* Garansi 1 Bulan
* Masa pakai bisa sampai 3 Tahun (mesin nyala non stop 24 jam) dan biisa di pakai sampai 6 Tahun apabila mesin nyala hanya 12 jam atau kurang dari 12 jam.
* Harga Rp.75.000,-
* Untuk pembelian min 5 unit Gratis ongkos kirim!

Incoming search terms for the article:

* penghemat bbm motor
* power booster
* alat penghemat bbm motor
* power booster motor
* alat penghemat bahan bakar motor
* alat penghemat BBM sepeda motor
* penghematan bensin pada sepeda motor
* penghemat bensin motor
* power booster lampu mobil
* alat dan bahan charger handphone pakai sepeda


April 17th, 2010 in Alat Hemat bbm Untuk Motor, Uncategorized | 1 Comment »
Sepeda Motor"> XP 800 Silver – Alat Pengirit BBM Untuk Sepeda Motor

Alat Penghemat Bahan Bakar Motor

Alat Penghemat Bahan Bakar Motor

Detail Produk:

* Bisa digunakan untuk sepeda motor dan mesin lainya Kapasitas 500CC dan 20HP
* Bisa menghemat BBM rata2 10% – 35%
* Produk tahan panas sampai 300″c
* Garansi 1 Tahun
* Masa pakai bisa sampai 7 Tahun
* Terbuat dari bahan besi chrome
* Produk tahan banting dan anti karat
* Harga Rp.120.000,-
* Untuk pembelian min 5 unit Gratis ongkoskirim!

Incoming search terms for the article:

* pengirit bbm motor
* http://www pengirit bbm motor com
* alat alat sepeda
* PENGIRIT BENSIN PADA MOTOR
* pengirit bensin motor
* jual alat alat sepeda motor
* cara membuat pengirit bahan bakar motor
* alat-alat penghemat bbm
* ALAT-ALAT ELEKTRIK PADA MOTOR
* alat pengirit bensin motor


April 12th, 2010 in Alat Hemat bbm Untuk Motor, Uncategorized | 1 Comment »
Hemat Bbm – Kebanyakan Fuel Efficient Used Cars

Sekarang bahwa biaya bahan bakar telah pergi ke tingkat astronomi banyak orang yang terus-menerus pada mencari cara-cara yang berbeda tentang bagaimana mengurangi pengeluaran mereka ketika datang ke konsumsi bahan bakar. Salah satu cara untuk memotong biaya pengeluaran bahan bakar adalah dengan menggunakan mobil yang memiliki kapasitas untuk mengkonsumsi sangat minim kuantitas bahan bakar. Hanya saja mengetahui teknik tentang bagaimana untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tidak cukup. Mencari yang paling efisien bahan bakar mobil bekas adalah hal terbaik berikutnya untuk dilakukan.

Mencari yang paling efisien bahan bakar mobil bekas adalah sebagai rumit seperti pemotongan harga konsumsi bahan bakar Anda. Namun tidak peduli bagaimana Anda mendekati krisis bahan bakar gaya hidup dan kenyamanan Anda tidak boleh dikompromikan. Selain dari keterjangkauan dan keandalan kendaraan Anda juga harus mencari mobil yang telah lulus uji bahan bakar ekonomi.

Mereka yang mengamati keindahan Mini Cooper mungkin menjadi sedikit kecewa karena kenaikan harga dari hanya yang singkat enam bulan. Mungkin sedikit lebih tinggi tetapi telah terbukti kinerja dan nilai yang superior dan belum lagi yang luar biasa diperkirakan EPA mpg.

Merek lain yang paling efisien bahan bakar mobil bekas meliputi tahun Honda Civic Hybrid dengan kenaikan harga sekitar atau . Mariner dengan meningkat dan tahun Honda Civic Hybrid dengan kenaikan harga pasar. Suzuki Aero juga semakin populer di antara para pembeli mobil bekas meskipun harganya telah meningkat . Toyota Corolla tahun bangga untuk dimasukkan dalam daftar ini menjadi kedua terakhir yang paling efisien bahan bakar mobil bekas dengan memperoleh hanya dalam enam bulan sedangkan Nissan Versa menduduki nomor satu slot untuk hanya memiliki kenaikan harga.

Sungguh aneh meskipun untuk melihat kenaikan harga bahan bakar mobil bekas efisien karena biasanya harga akan mengalami depresiasi karena mereka adalah mobil bekas. Alasan untuk ini adalah karena kendaraan yang digunakan semakin mantap popularitas di antara para pembeli dan tentu saja sebagian besar dealer mencoba untuk mengambil keuntungan dari situasi untuk membuat keuntungan. sampai kenaikan harga-harga mobil-mobil ini setiap tahun adalah tidak biasa tetapi mereka semua yang sama lebih disukai karena efisiensi bahan bakar bahwa sebagian besar pengendara motor cari ketika datang ke kinerja mobil mereka.

Pengikut